fbpx
Menu Close

Exposure and you can Come back – Pengertian Risiko (Risk)

Exposure and you can Come back – Pengertian Risiko (Risk)

Secara umum, motivasi yang melandasi keputusan trader dalam menginvestasikan sejumlah dananya adalah untuk mendapatkan get back dimasa yang akan datang. Dalam dunia investasi, exposure and you may get back sangat erat hubungannya. Seperti yang diungkapkan oleh Markowitz, “Usually do not place all of your current egg in a single container”, artinya satu keranjang.

Dengan teori sederhana ini lah Markowitz menjelaskan risk and you may get back berhubungan linier. Setiap instrumen investasi pasti memiliki tingkat pengembaliannya masing-masing. Namun, pada kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai chance and come back investasi.

Menurut Fahmi (), “Risiko sebagai bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.

Menurut Zubir (2013) yang dikutip oleh Fawziah (2016) dan :33), investor akan menanggung sejumlah risiko yang disebabkan oleh berbagai faktor-faktor tertentu yang tidak dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut ialah:

  • Interest exposure, yaitu risiko perubahan tingkat bunga tabungan dan pinjaman;
  • Business chance, yaitu risiko gejolak (variability) return;
  • Inflation risk, yaitu risiko menurunnya daya beli masyarakat sebagai akibat dari kenaikan harga barang-barang secara terus menerus dan umum.
  • Business chance, yaitu risiko tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan semakin ketat;
  • Monetary chance, yaitu risiko keuangan yang berkaitan dengan struktur modal yang digunakan untuk mendanai kegiatan perusahaan.
  • Liquidity risk, yaitu risiko yang berkaitan dengan kesulitan untuk mencairkan protofolio;
  • Rate of exchange riskatau currency risk, yaitu risiko perubahan nilai tukar mata uang antar negara;
  • Country chance, yaitu risiko kondisi politik, keamanan dan stabilitas perekonomian antar negara.

Mengingat sangat kompleksnya risiko (risk) dalam investasi, maka munculah penyederhanaan dalam teori investasi modern. Dalam teori investasi progressive, risiko dapat digolongkan menjadi risiko sistemamtis (medical risk) atau biasa disebut dengan risiko pasar (market chance) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk).

Menurut Husnan (), Scientific exposure adalah risiko yang selalu ada dan tidak bisa dihilangkan dengan diversifikasi (pembentukan portofolio). Sedangkan Unsystematic risk adalah risiko yang bisa dihilangkan dengan diversifikasi (pembentukan portofolio). Penjumlahan kedua jenis risiko tersebut disebut dengan risiko total.

Dalam :34), Secara statistik, risiko investasi dapat diukur menggunakan dua alat ukur, yaitu standar deviasi dan beta saham. Standar deviasi menggambarkan gejolak go back saham dari get back rata-rata suatu sekuritas. Sedangkan beta saham menggambarkan gejolak get back dari return pasar.

Chance and you can Return – Pengertian Tingkat Pengembalian (Return)

Menurut Fahmi (), Return adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya. Sedangkan Bodie mais aussi., every (2005) mendefinisikan come back sebagai penjumlahan sederhana pendapatan yang diperoleh dari setiap dolar yang diinvestasikan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa come back merupakan tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang dilakukan. Sedangkan tingkat pengembalian yang diharapkan dalam investasi disebut dengan questioned go back. Selisih antara real go back dengan requested go back disebut juga dengan abnormal go back (return tak terduga).

Irregular come back bernilai positif artinya come back yang terjadi lebih besar daripada go back yang diharapkan. Sedangkan unpredictable get back bernilai negatif artinya go back yang terjadi lebih kecil daripada go back yang diharapkan.

Setiap jenis investasi memiliki tingkat keuntungannya masing-masing, inturn sebesar tingkat bunga yang telah ditentukan BI dan bersifat pasti, Obligasi yang memberikan go back yang disebut dengan Kupon dan akan dibayarkan secara periodik atau sekaligus dan bersifat pasti.

Berbeda dengan investasi saham, go back yang diterima pada investasi saham ada dua yaitu resource obtain atau financial support losses dan dividen (dalam sangat tergantung pada abilities emiten di pasar.

Dengan demikian, investasi saham tidak akan menjamin keuntungan bagi investor (pemodal). Meskipun demikin, investasi saham mampu memberikan come back yang lebih tinggi daripada investasi aset bebas risiko. Apabila sobat dapat mengelola investasi dengan baik, bahkan come back yang tinggi sekalipun dapat diperoleh.

Hubungan Chance dan Return

Secara teknis, semakin tinggi asked come back, maka risk yang dihadapi buyer juga semakin tinggi dan berlaku sebaliknya. Hubungan exposure and return adalah linier dan searah. Grafik Security Sector Range berikut menjelaskan hubungan risk and return dalam investasi dipasar modal.

Grafik Security Market Line (SML) di atas menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara risk and return. yang mana risk ditunjukkan oleh E(Rp) atau expected return portfolio pada sumbu Y dan risk ditunjukkan oleh ?p atau Beta portofolio pada sumbu X.

Sementara itu, R merupakan tingkat keuntungan investasi pada aset bebas risiko dengan risiko sebesar nol (0). E(Rm) atau expected return .

Sedangkan ?m atau Beta pasar merupakan risiko pasar yang bernilai 1. Perhatikanlah garis Security Market Line (SML) yang dimulai dari titik R­ dan menuju pada pertemuan titik E(R­m) dan titik ?m yang merupakan tingkat keuntungan pasar saham (diukur menggunakan indeks pasar seperti IHSG, LQ-45, JII, dll).

Dari penjelasan tersebut, maka kesimpulan bahwa risk and return berhubungan linear memang benar. Perhatikan garis SML, semakin meningkat E(Rp) maka ?p juga semakin meningkat.

Dari penjelasan singkat di atas, semoga sobat sekalian dapat memahami hubungan risk and you will return dalam investasi. Untuk artikel selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai analisis investasi ini. Demikian informasi dari oM Jurnal. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber:

. Skripsi: Komparasi Keakuratan Capital Asset Costs Design (CAPM) dan https://datingranking.net/pl/clover-recenzja/ Fama-French Around three Foundation Model Dalam Pembentukan Portofolio Saham Pada eleven Perusahaan Besar Di BEI Periode 2005-2015. Jambi: Fakultas Ekonomi, Universitas Batanghari

Share Now